Sejarah Singkat

Program Studi Magister (S2) Kajian Budaya ini Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Hasanuddin, merupakan program studi pertama di Kawasan Timur Indonesia. Pendirian Program Magister Kajian Budaya ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya akses para alumni S1 ilmu-ilmu Humaniora (ilmu-ilmu sosial budaya) khususnya di Indonesia Bagian Timur yang berminat terhadap studi-studi kebudayaan saat akan melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu kebutuhan akan Magister Kajian budaya juga semakin meningkat di berbagai perguruan tinggi, yang sejalan dengan perkembangan wacana Ilmu Pengetahuan Budaya (Cultural Sciences)  yang signifikan di Indonesia sejak awal era milennium atau abad ke-21. Beberapa lembaga pemerintah dan swasta juga membutuhkan Magister Kajian Budaya sebagai tenaga ahli.

Pada awalnya cikal bakal prodi ini ditandai dengan terjadinya perubahan nama Fakultas Sastra Universitas Indonesia menjadi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya. Studi Kajian Budaya kemudian semakin meluas di berbagai  perguruan tinggi seperti di UGM, Udayana, UNS, Untad, dan Unpad. Sementara itu, di UNHAS kecenderungan perkembangan Ilmu Pengetahuan Budaya mulai tampak pada tahun 2006 yang ditandai dengan rancangan perubahan nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Pada tahun 2018, digagas pendirian prodi Kajian Budaya sebagai salah satu prodi S2 pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, dan barulah pada tahun 2021, secara resmi program studi Magister (S2) Kajian Budaya dibuka secara resmi. Keberadaan Program Studi Kajian Budaya pada dasarnya adalah untuk memberikan manfaat kepada institusi, masyarakat, dan negara dari ranah kebudayaan.