FIB Unhas laksanakan Program Bina Desa

MAKASSAR, BUKAMATA – Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Ilmu Budaya Unhas, menggelar kegiatan Bina Desa Tematik Mahasiswa 2021 di Kampung Kera-Kera, Kecamatan Tamalanrea, Minggu, 11 April 2021 mulai pukul 10.00-12.00 Wita.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengusung tema “Implementasi Kearifan Lokal Terhadap Lansja di Makassar sebagai Bentuk Edukasi Dalam Upaya Pemutusan Rantai Penyebaran Covid-19”.

Acara ini dibuka Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakuktas Ilmu Budaya Dr. Andi Faisal, M.Hum.

Dalam sambutannya, Andi Faisal mengatakan, pihaknya sengaja memilih Kera-kera sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan, karena ini adalah pemukiman yang paling dekat dengan Universitas Hasanuddin, sebuah tanggung jawab besar Fakultas Ilmu Budaya, untuk mengutamakan segala bentuk kegiatan yang berkenaan dengan Tri Darma Perguruan Tinggi.

“Kita harus mengutamakan yang terdekat dulu. Di sini kehidupan masyarakat pun sangat kompleks, makanya kami memilih di sini saja kegiatannya, ” ungkapnya.

Ada 20 orang mahasiswa dan 5 orang dosen hadir dalam kegiatan itu. Hadir pula Ketua RW 06 Kera-Kera Bapak Sangkala, memberi sambutan mewakili warganya mengucapkan terima kasih atas besar perhatian Universitas Hasanuddin pada masyarakat kampung Kera-kera.

“Kami sangat senang Fakuktas Ilmu Budaya Unhas hadir di kampung kami, terima kasih atas perhatiannya, bantuannya pada masyarakat kami khususnya para Lansia yang hadir di sini untuk diberi pemahaman tentang bahaya virus corona dan bagaiman upaya agar terhindar dari penyakit menular ini,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sangat antusias karena ingatan-ingatan mereka tentang laku budaya dan kearifan lokal, untuk mengatasi penyakit-penyakit kembali dingatkan. Apalagi dengan menggunakan bahasa Makassar dan bahasa Bugis, sehingga para lansia cepat mengerti.

“Kami memang sengaja mengemas kegiatan ini lebih santai, karena peserta kegiatan ini adalah para Lansia. Jadi cara-cara sosialisasi bagaimana kami menyampaikan tentang apa-apa yang harus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 disampaikan dengan bahasa daerah, baik bahasa Makassar maupun bahasa Bugis apalagi melalui media kearifan lokal nenek moyang kita,” bebernya.

“Mereka sangat antusias karena ada ingatan-ingatan mereka yang tersentil saat mahasiswa memaparkan hal-hal tersebut. Yang memberikan materi sosialisasi dari adik-adik mahasiswa sendiri,” ucap Firman Saleh, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan ini.

Item kegiatan ini, selain memberi edukasi tentang bagaimana memutus mata rantai Covid-19, juga ada bagi-bagi masker dan memberitahukan cara yang tepat dalam menggunakan masker, yang juga lansung diajarkan oleh para mahasiswa.

“Selain itu, kami juga menitip handsanitizer kepada pengurus masjid agar digunakan para jemaah masjid dan spanduk ucapan selamat menjalankan ibadah puasa dengan tetap menjaga protokol kesehatan agar dipasang di sekitaran masjid supaya kita saling menjaga satu sama lain agar terhindar dari penularan Covid-19 ini,” tutup Firman Saleh yang juga merupakan Dosen Fakuktas Ilmu Budaya Unhas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *